Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya

Alam Untuk Air: Mempertahankan Rawa agar Kota Layak Huni

Gambar
Mengabaikan air ? Jawaban Persoalan Keairan Tersedia di Alam.  Dalam kebudayaan air kita agungkan, pada perilaku air kita nistakan. Masih manusia yang berpikir kah ?   Oleh Fitriyani Sinaga Kondisi rawa samarinda di tengah Perkotaan Kebudayaan apapun mengajarkan air sebagai sesuatu yang maha penting. Air digambarkan sebagai emas (tirta kencana), kehidupan (tirta amerta) dan kesucian. Namun dalam perilaku sehari-hari terlalu banyak contoh yang membuktikan bahwa kita abai terhadap pentingnya air. Air hanya kita nikmati, kita ekploitasi. Mungkin kita menganggap punya banyak air sehingga air tidak kita jaga, tidak kita rawat. Dan hasilnya saat ini kita banyak mengalami masalah terkait dengan air. Air bersih dan sehat kini bahkan menjadi sebuah kemewahan bagi banyak orang. Terlalu Banyak Terlalu banyak air hujan yang menjadi air permukaan sehingga musim hujan identik dengan musim banjir. Terlalu Sedikit Sebagian besar air hujan menjadi air permukaa...

Informasi data berita tentang fakta,edukasi dan analisis tentang kehutanan, pertanian, pendidikan budaya sosial dan lingkungan hidup. Ragam berita konservasi dan sains lingkungan. @ Seorang pembelajar yang menyenangi membaca dan menulis Jurnal ilmiah. Acap kali juga ngopi dengan penjaga toilet, satpam dan tukang parkir di pinggiran jalan . Kadang mendaki gunung dan memancing ikan dilaut. Masa kecilku Sering nongkrong di sawah bersama petani dan mengembala kerbau di Ladang. @nagadragn