Postingan

Menampilkan postingan dengan label Air

Waspada Hulu: Aren Pohon Konservasi Alternatif Mitigasi Daya Tampung SKM

Gambar
  "Narasi sungai sebagai Jalur hijau Pemerintah memang kita dukung, tapi kita juga harus jeli melihat sisi hulu sungainya agar paham daya tampung sungai karangmumus ini sampai dimana, jangan sampai pemerintah uruk uruk terus, tp lupa bahwa untuk memperlambat laju air dan lupa bahwa kita harus menumbuhkembangkan Samarinda kota ramah air dengan menanam pohon dihulu dan hilir, gak melulu penurapan Betonisasi semen. kalau fokus uruk uruk terus, akan berpotensi membawa bencana lebih besar. Budidaya Aren dan Nangka pohon konservasi sungai sebagai alternatif pemaksimalan daya tampung sungai karangmumus di hulu. " (Fitriyani Sinaga, Gmss SkM) Selengkapnya kegiatan 3-4 Januari bisa dibaca di Untag ngabdi di Karangmumus Baca juga Agenda beberpa tahun sebelumnya, di UNTAG SMD https://www.antaranews.com/berita/1124588/das-karang-mumus-dirawat-ratusan-mahasiswa-untag-samarinda?utm_medium=mobile 2021  Kembali KarangMumus https://kaltim.antaranews.com/berita/93416/mahasiswa-untag-tanam-poho...

Sawit Membangun Kesuburan Sekaligus Merusak Konservasi Tanah dan Air

BENARKAH Elaeis guineensis SEBAGAI PEMBANGUN  SEKALIGUS PERUSAK KONSERVASI TANAH DAN AIR DALAM SUATU KAWASAN  ? Oleh  Fitriyani Sinaga Erosi tanah adalah peristiwa terangkutnya tanah dari satu tempat ke tempat lain oleh air atau angin (Arsyad, 1976). Pada dasarnya ada tiga proses penyebab erosi yaitu pelepasan ( detachment ) partikel tanah, pengangkutan ( transportation ), dan pengendapan ( sedimentation ). Erosi menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas ( top soil ) dan unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Erosi yang disebabkan oleh air hujan merupakan penyebab utama degradasi lahan di daerah tropis termasuk Indonesia. Tanah-tanah di daerah berlereng mempunyai risiko tererosi yang lebih besar daripada tanah di daerah datar. Selain tidak stabil akibat pengaruh kemiringan, air hujan yang jatuh akan terus menerus memukul permukaan tanah sehingga memperbesar risiko erosi. Berbeda dengan daerah datar, selain massa tanah dalam po...

Alam Untuk Air: Mempertahankan Rawa agar Kota Layak Huni

Gambar
Mengabaikan air ? Jawaban Persoalan Keairan Tersedia di Alam.  Dalam kebudayaan air kita agungkan, pada perilaku air kita nistakan. Masih manusia yang berpikir kah ?   Oleh Fitriyani Sinaga Kondisi rawa samarinda di tengah Perkotaan Kebudayaan apapun mengajarkan air sebagai sesuatu yang maha penting. Air digambarkan sebagai emas (tirta kencana), kehidupan (tirta amerta) dan kesucian. Namun dalam perilaku sehari-hari terlalu banyak contoh yang membuktikan bahwa kita abai terhadap pentingnya air. Air hanya kita nikmati, kita ekploitasi. Mungkin kita menganggap punya banyak air sehingga air tidak kita jaga, tidak kita rawat. Dan hasilnya saat ini kita banyak mengalami masalah terkait dengan air. Air bersih dan sehat kini bahkan menjadi sebuah kemewahan bagi banyak orang. Terlalu Banyak Terlalu banyak air hujan yang menjadi air permukaan sehingga musim hujan identik dengan musim banjir. Terlalu Sedikit Sebagian besar air hujan menjadi air permukaa...

Informasi data berita tentang fakta,edukasi dan analisis tentang kehutanan, pertanian, pendidikan budaya sosial dan lingkungan hidup. Ragam berita konservasi dan sains lingkungan. @ Seorang pembelajar yang menyenangi membaca dan menulis Jurnal ilmiah. Acap kali juga ngopi dengan penjaga toilet, satpam dan tukang parkir di pinggiran jalan . Kadang mendaki gunung dan memancing ikan dilaut. Masa kecilku Sering nongkrong di sawah bersama petani dan mengembala kerbau di Ladang. @nagadragn