Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sungai

Waspada Hulu: Aren Pohon Konservasi Alternatif Mitigasi Daya Tampung SKM

Gambar
  "Narasi sungai sebagai Jalur hijau Pemerintah memang kita dukung, tapi kita juga harus jeli melihat sisi hulu sungainya agar paham daya tampung sungai karangmumus ini sampai dimana, jangan sampai pemerintah uruk uruk terus, tp lupa bahwa untuk memperlambat laju air dan lupa bahwa kita harus menumbuhkembangkan Samarinda kota ramah air dengan menanam pohon dihulu dan hilir, gak melulu penurapan Betonisasi semen. kalau fokus uruk uruk terus, akan berpotensi membawa bencana lebih besar. Budidaya Aren dan Nangka pohon konservasi sungai sebagai alternatif pemaksimalan daya tampung sungai karangmumus di hulu. " (Fitriyani Sinaga, Gmss SkM) Selengkapnya kegiatan 3-4 Januari bisa dibaca di Untag ngabdi di Karangmumus Baca juga Agenda beberpa tahun sebelumnya, di UNTAG SMD https://www.antaranews.com/berita/1124588/das-karang-mumus-dirawat-ratusan-mahasiswa-untag-samarinda?utm_medium=mobile 2021  Kembali KarangMumus https://kaltim.antaranews.com/berita/93416/mahasiswa-untag-tanam-poho...

Upayakan Daya Tampung Sungai KarangMumus, Waspada Hulu Sejak Dini.

Gambar
Rilisan dan bagian dari liputan beberapa media nasional dan lokal Bisa cek berita Tribun Kaltim, Antara News, KP dll   Cek Berita dihttps://kaltim.antaranews.com/berita/93416/mahasiswa-untag-tanam-pohon-di-das-karang-mumus "Narasi sungai sebagai Jalur hijau Pemerintah memang kita dukung, tapi kita juga harus jeli melihat sisi hulu sungainya agar paham daya tampung sungai karangmumus ini sampai dimana, jangan sampai pemerintah uruk uruk terus, tp lupa bahwa untuk memperlambat laju air dan lupa bahwa kita harus menumbuh kembangkan Samarinda kota ramah air dengan menanam pohon dihulu dan hilir, gak melulu penurapan Betonisasi semen. kalau fokus uruk uruk terus, akan berpotensi membawa bencana lebih besar. Budidaya Aren dan Nangka pohon konservasi sungai sebagai alternatif pemaksimalan daya tampung sungai karangmumus di hulu. " (Fitriyani Sinaga, Gmss SkM) 3-4 Januari 2021, Mahasiswa Fakultas Teknik Untag Samarinda atas nama Tatas Jerry Setiaji, Randi Arnala, Syahrul Ismail, Adji...

Alam Untuk Air: Mempertahankan Rawa agar Kota Layak Huni

Gambar
Mengabaikan air ? Jawaban Persoalan Keairan Tersedia di Alam.  Dalam kebudayaan air kita agungkan, pada perilaku air kita nistakan. Masih manusia yang berpikir kah ?   Oleh Fitriyani Sinaga Kondisi rawa samarinda di tengah Perkotaan Kebudayaan apapun mengajarkan air sebagai sesuatu yang maha penting. Air digambarkan sebagai emas (tirta kencana), kehidupan (tirta amerta) dan kesucian. Namun dalam perilaku sehari-hari terlalu banyak contoh yang membuktikan bahwa kita abai terhadap pentingnya air. Air hanya kita nikmati, kita ekploitasi. Mungkin kita menganggap punya banyak air sehingga air tidak kita jaga, tidak kita rawat. Dan hasilnya saat ini kita banyak mengalami masalah terkait dengan air. Air bersih dan sehat kini bahkan menjadi sebuah kemewahan bagi banyak orang. Terlalu Banyak Terlalu banyak air hujan yang menjadi air permukaan sehingga musim hujan identik dengan musim banjir. Terlalu Sedikit Sebagian besar air hujan menjadi air permukaa...

Menjaga Sungai Merawat Iklim

Gambar
"Gejala paling jelas di negeri kita yang mempunyai dua musim adalah kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan. Kini akibat perubahan iklim kita mengenal musim kering dan musim banjir.  Sungai menjadi salah satu penanda penting dari fenomena perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Wajah sungai adalah cermin dari perilaku kita.  Jasa atau layanan ekologis/ekosistem ruang sungai bukan hanya soal keteduhan, kejernihan airnya tetapi juga sumber perekonomian rakyat.  perlu ripaian sungai, restorasi ekosistem, restoasi kelembagaan, hidrologi dan Restorasi sosio ekonomi Kultural, apa partisipasi yang dapat kita lakukan?"  Oleh Fitriyani Sinaga Lahan petani yang Kering Climate Change atau perubahan iklim adalah kondisi ketidakseimbangan iklim akibat pola pemanfaatan sumberdaya, lingkungan, ruang dan lahan yang tidak ramah lingkungan atau tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan. Gejala paling jelas di negeri kita yang mempunyai dua musim adalah...

Jalan Masih Panjang : Karang Mumus

Gambar
Apa yang dilakukan oleh kita dalam merestorasi sungai hingga saat ini barulah langkah kecil. Meski mendapat apresiasi dari berbagai pihak namun dampaknya untuk Sungai Karang Mumus secara langsung belumlah significant. Oleh Fitriyani Sinaga Kondisi terkini Sungai Karang Mumus 2019. Musim Kemarau Dari sisi jangkauan kegiatan, saat ini GMSS SKM yang aktif di sungai karang Mumus, baru bisa beraktivitas dari Muara Sungai Karang Mumus di Sungai Mahakam hingga Bendung Benanga. Masih ada separuh lebih aliran Sungai Karang Mumus yang belum dikenali oleh GMSS SKM. Dari sisi DAS, wilayah yang dijangkau oleh GMSS SKM adalah wilayah Kota Samarinda, sementara itu DAS Karang Mumus masuk dalam dua wilayah pemerintahan yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda. Dengan demikian jalan untuk memulihkan, menjaga dan merawat Sungai Karang Mumus sehingga bisa menghasilkan air yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan (Kualitas-Kuantitas-Kontinuitas) masihlah pa...

Pak Abdul dan Rumah Ramah Sungainya

Gambar
Satu rumah yang berada di Gunung Lingai yang lingkungannya ditumbuhi dengan pepohonan. Adalah Pak Abdul, yang dulu merupakan warga Gang Nibung, warga yang terkena program lokasi. Mendapat rumah di Talangsari, Pak Abdul merasa tak nyaman tinggal jauh dari sungai. Hingga kemudian membeli tanah di Gunung Lingai dan bermukim disana. Rumah Bapak Abdul Berbeda dari warga lainnya, Pak Abdul menanami kanan-kiri dan depan rumahnya yang berada di pinggir Sungai Karang Mumus dengan Pohon Kademba (Sapat/Kratum/Puri). Pohon ini biasa tumbuh sendiri di tumpukan lumpur pinggir sungai dan tahan terendam air. Pohon dengan batang lurus dan berkulih putih ini bisa ditemui di sepanjang Sungai Karang Mumus mulai dari sebelum jembatan S. Parman hingga Bendungan Benanga. Pertemuan dengan Pak Abdul menjadi stand point dari langkah GMSS SKM untuk memulai mengibarkan bendera restorasi sungai. Dari susur sungai pula GMSS SKM menemukan salah satu titik yang tersisa di Sungai Karang Mumus yang masih m...

Karang Mumus : DAS Terkikis di Kalimantan Timur

Gambar
"Samarinda berasal dari kata Sama Rendah, permukaan daratan Samarinda sama tinggi dengan permukaan sungainya. Ini menjadi penanda kesadaran hidrologi dan geologi bahwa Samarinda adalah Kota Basah"  Oleh Fitriyani Sinaga Luapan Air Sungai Karang Mumus 2019 Sebagai Ibukota Kalimantan Timur, Samarinda adalah kota penghubung bagi kota dan kabupaten lain di Kalimantan Timur. Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Samarinda berkembang pesat. Mengedukasi Anak -anak sekolah sungai KarangMumus Sejak lahirnya Samarinda adalah Kota yang berada di kawasan tepian air sungai. Namun dalam pengembangan dan perkembangan wilayah dan kawasan, kebijakan pembangunannya tidak mempertimbangkan DAS sebagai penuntun RTRW. Dan terbukti sepanjang perkembangan sejarah Samarinda modern, sungai kemudian menjadi salah satu masalah utama. Karang Mumus misalnya sejak 20 tahunan lalu selalu menjadi perbincangan. Di mulai dari intervensi pertama lewat program prokasih, yang berlanjut deng...

Memilih Jalan Sunyi: Terus Restorasi Ekosistem

Gambar
Memilih September 2015 sebagai tonggak  perjalanannya Gmss-Skm  dan mengesahkan secara resmi pada tahun 2017 sebagai organisasi memulai perjalanan sunyinya. Selama hampir dua tahun ini ada banyak yang datang dan pergi. Oleh Fitriyani Sinaga Naga( UNMUL) &  Nico Lubis(POLTEK Samarinda)  Pemasangan Site Penanaman Kerjasama Gmss-Skm dan Planet Urgence Perjalanan GMSS SKM adalah jalan sunyi, sebab GMSS SKM tak memilih seminar, lokakarya atau workshop untuk membicarakan permasalahan SKM. GMSS SKM lebih memilih bekerja, berinteraksi dengan sungai dan kemudian merefleksikan temuan-temuannya. Temuan-temuan ini kemudian menjadi basis untuk membangun rencana ke depan. Ada banyak rencana bahkan impian besar. Namun mimpi besar itu akan selalu dimulai untuk diwujudkan lewat langkah kecil, yang paling memungkinkan untuk dikerjakan dengan kemampuan sendiri. Beruntung dalam segala keterbatasannya ada banyak sosok yang hadir memberi dukungan sehingga GMSS SK...

Tak Bergantung PADA melainkan Bekerja Sama dengan SIAPAPUN

Gambar
Kunjungan Kophi Kaltim Ke Sesukamu (Sekolah Sungai karangMumus) Salah satu prinsip yang dihayati oleh GMSS SKM adalah berbuat sesuai dengan kemampuan. Dengan memakai landasan ini maka selalu ada yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat sungai. Ada banyak rencana besar yang mungkin perlu ini dan itu, namun jika itu tak bisa dipenuhi maka tidak akan menghambat untuk tetap melakukan sesuatu. Harus diakui ada mimpi besar yang dipunyai oleh GMSS SKM dan tidak akan terwujud tanpa dukungan dari pihak lain. Tidak mungkin misalnya GMSS SKM bisa menanami pinggiran sungai tanpa dukungan pihak lain karena dibutuhkan sumberdaya yang besar dan bibit pohon ribuan jumlahnya. Namun sekali lagi jika sampai sekarang dukungan itu belum ada, bukan berarti GMSS SKM akan berpangku tangan dan tidak menanam. Genbi IAIAN samarinda Ke Sekolah Sungai Karang Mumus Karena sungai adalah milik bersama maka GMSS SKM terbuka untuk bekerja sama dengan siapapun dalam menjaga dan merawat sungai....

Informasi data berita tentang fakta,edukasi dan analisis tentang kehutanan, pertanian, pendidikan budaya sosial dan lingkungan hidup. Ragam berita konservasi dan sains lingkungan. @ Seorang pembelajar yang menyenangi membaca dan menulis Jurnal ilmiah. Acap kali juga ngopi dengan penjaga toilet, satpam dan tukang parkir di pinggiran jalan . Kadang mendaki gunung dan memancing ikan dilaut. Masa kecilku Sering nongkrong di sawah bersama petani dan mengembala kerbau di Ladang. @nagadragn