Postingan

Nasib Sawit Indonesia Tanpa Uni Eropa?

Gambar
Eropa mencabut subsidi minyak sawit sebagai bahan bakar lantaran tidak ramah lingkungan. Kini industri nasional mulai mencari pasar pengganti. Namun hal ini diyakini bisa mempercepat laju deforestasi. Kenapa bisa? Suasana kontras berpaut antara Brussels dan Jakarta: Ketika aktivis lingkungan merayakan keputusan teranyar Komisi Eropa mencabut subsidi sawit untuk bahan bakar, pemerintah dan pelaku bisnis di Indonesia meradang. Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, kembali melayangkan ancaman akan menunda perundingan perdagangan bebas antara kedua belah pihak. Ruanghutan.id menyarankan baca :  WHO: Produsen Sawit Contek Industri Alkohol Pengaruhi Riset Ilmiah Hal ini sulit dimengerti oleh pegiat lingkungan Eropa. Sascha Müller-Kraenner, Direktur LSM lingkungan Jerman, Deutsche Umwelthilfe, menegaskan pihaknya melihat sawit semata-mata sebagai bahan pangan, bukan bahan bakar. "Minyak sawit adalah komoditas berharga, terutama untuk sektor makanan at...

Krisis Air Bersih, SESUKAMU dan WWF Berikan Pemahaman Air Bersih

Gambar
Air adalah suatu zat cair yang tidak mempunyai rasa, bau dan warna. Terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Karena air mempunyai sifat yang hampir bisa digunakan untuk apa saja, maka air merupakan zat yang paling penting bagi semua bentuk kehidupan (tumbuhan, hewan, dan manusia) sampai saat ini selain matahari yang merupakan sumber energi. Air dapat berupa air tawar dan air asin (air laut) yang merupakan bagian terbesar di bumi ini. Oleh Fitriyani Sinaga   Kalimantan timur dengan segala kekayaan airnya tepatnya di Sungai Karang Mumus yang sudah tercemar dan mengalami krisis air bersih. Kualitas Air sungai Karang Mumus sudah tercemar sedang dan berat. Penurunan kualitas air ditandai adanya parameter yang tidak lagi memenuhi baku mutu lingkungan seperti Total Suspended Solidn (TSS), Dissolved Oxigen (DO), Biological Oxigen Demand BOD), Chemical Oxigen Demand (COD). sehingga tidak layak untuk air baku untuk air minum Dikonfirmasi oleh Yustinus p...

Sungai Karang Mumus Rusak: Donasi Rawat Bumi

Gambar
Sungai Karang Mumus Rusak : Donasi Rawat Bumi Sub DAS Karang Mumus terletak di DAS Mahakam yang termasuk di Wilayah Sungai Mahakam. Terletak di Kota Samarinda dan sebagian kecil di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sungai yang berada di sepanjang kota samarinda ini memiliki luas 316,22 km2 atau 31,622 ha dengan keliling sebesar 103,26 dan 20 Sub-Sub DAS (SSD) . Oleh Fitriyani Sinaga Aliran sungai Karang Mumus ini melewati Kecamatan Samarinda Utara dan sebagian kecil di Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Samarinda Kota dan Sambutan. Pada Kabupaten Kutai Kartanegara keseluruhannnya terletak di Kecamata Muara Badak. Sungai Karang Mumus Mengalami Kerusakan   atas p embukaan lahan besar-besaran seperti penebangan liar, pertambangan batubara, perluasan permukiman, hilangnya daerah Luapan air (daerah rawa), okupasi daerah sempadan sungai dan pengelolaan sampah-limbah yang belum optimal. Menyebabkan banjir, pendangkalan sungai, penurunan kualitas a...

Suarakan Jam Bumi : Yustinus Gelar Diksusi di Cafe Mawar

Gambar
Biasanya kalau ngopi malam, saya Fitriyani Sinaga, berkumpul.dengan rekan/teman/sahabat sebaya (peer group). Obrolan akan terasa lebih nyambung utamanya jika bercerita tentang hal-hal kelampauan. Namun malam tadi (Senin, 25 Maret 2019) saya menghabiskan segelas Kopi Sidikalang yang diseduh dengan metode V60 bersama mereka yang jauh lebih muda dari saya. Di Kedai Coffee Mawar ( Jalan Mawar) dengan Ina dan Putri serta dua temannya lalu bergabung pula Dragon (Fitriani Sinaga). kami berbincang tentang Earth Hour dan Hutan. Ina, Putri dan dua teman lainnya adalah relawan EH Samarinda. EH atau Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali...

Sejarah Sylva Indonesia: Rimbawan, yuk berjuang kolektif!

Gambar
Sejarah Sylva Indonesia dan Faktualitas Kondisi Hutan  Ditulis Oleh FITRIYANI SINAGA Kelestarian hutan dan kesejahteraan m asyarakat tidak terlepas dari   Sumber Daya Manusia. Perguruan tinggi melahirkan pendidikan tinggi, pembangunan sumberdaya manusia untuk tenaga kerja yang terampil. Mahasiswa sebagai bagian daripada masyarakat memiliki fungsi dan peran yang sangat strategis turut berperan memberikan kontribusi   untuk membangun sumber daya manusia melalui lembaga mahasiswa. Baca juga tulisan saya Selengkapnya di https://foresteract.com/6-dasawarsa-sylva-indonesia-rimbawan-yuk-berjuang-kolektif/ Kelembagaan organisasi mahasiswa kehutanan, diawali 2 hingga kini telah 46 dari 66 perguruan tinggi   Jurusan kehutanan. Sylva Indonesia sebagai ikatan mahasiswa kehutanan Indonesia kini telah memasuki usia ke-6 dasawarsa dan masih tetap perkasa, “Tua tak menua, seperti pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri)”. Hingga saat ini masih senantiasa mempertahankan eksi...

HARI BUMI

Gambar
HARI BUMI Isu lingkungan telah telah menjadi agenda dan fokus hubungan internasional semenjak akhir abad ke 20. Pertanda rusaknya bumi dan tidak pedulinya manusia   pada alam lingkungannya menjadi dasar gagasan Gaylord Nelson dan mengupakan isu lingkungan hidup masuk pada kurikulum Perguruan tinggi sejak 1969.   Perjuangan itu tak hanya itu, 22 April 1970 terjadi Aksi Demonstrasi   besar-besaran dalam penyadaran perlunya menjaga lingkungan hidup dan pengecaman   unttuk perusak bumi. Peristiwa tersebut manrikperhatian dunia sehingga lahirlah peringatan 22 April sebagai hari bumi sedunia. Berbagai aktivitas manusia dibumi seperti pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabri modern serta pembangkit listrik, pertanian banyak menggunakan pestisida dan penggundulan hutan selama ini menghasilkan Gas Rumah Kaca di atmosfer. Gas ini meneruskan cahaya matahari tetapi menangkap energi panas dari bumi, semakin tebal konsentrasinya, semakin banyak...

Informasi data berita tentang fakta,edukasi dan analisis tentang kehutanan, pertanian, pendidikan budaya sosial dan lingkungan hidup. Ragam berita konservasi dan sains lingkungan. @ Seorang pembelajar yang menyenangi membaca dan menulis Jurnal ilmiah. Acap kali juga ngopi dengan penjaga toilet, satpam dan tukang parkir di pinggiran jalan . Kadang mendaki gunung dan memancing ikan dilaut. Masa kecilku Sering nongkrong di sawah bersama petani dan mengembala kerbau di Ladang. @nagadragn