Postingan

Karhutla di Kaltim: Surga Angrek Hitam Cagar Alam Kresik Luway Hangus

Gambar
“Indonesi Darurat Oksigen. Karhutlah di Sumatra dan Kalimantan. Titik api semakin meluas di Kalimantan, tidak hanya  Kalbar dan kalteng api kini sampai ke Kutai barat dan Muara Bengkal Kutai Timur.    sejak 16 September 2019, Karhutla di Surga Pulau Anggrek, Kresik Luway Kutai Barat, Satu-satunya habitat alami flora dilindungi Anggrek hitam ( Coelogyne pandurata Lindl.) Kawasan Konservasi  Cagar Alam pusat diversitas beranekaragam spesies Anggrek kawasan tropis. Tumbuhan langka yang dinobatkan sebagai Flora Puspa Kalimantan timur terancam Punah ” Oleh Fitriyani Sinaga Api Menyala-nyala di Kresik Luway Kutai Barat Kondisi Terkini Cagar Alam Kresik Luway Terhitung sejak 16 september 2019 lalu, kobaran api mulai terlihat ke pemukiman warga Kutai Barat daerah Kampung Empas kecamatan Melak Kutai Barat. Kebakaran Hutan lahan (karhutla) melebar hingga ke wilayah lain seperti daerah Sekolaq Darat bahkan sampai meluas ke kawasan Konservasi Cagar Alam sekitar K...

Jurnalisme Kampanye Sungai: Pengetahuan dan Ekspresi Budaya

Gambar
Sungai adalah Air Kehidupan. Air dan kehidupan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Setiap mahkluk perlu air untuk hidup, air bukan hanya menghidupkan tetapi juga merupakan sarana atau ruang hidup. Jika hanya kita biarkan saja maka tak lama lagi SKM akan menjadi Sungai Mati. Sungai Karang Mumus perlu dikembalikan kesehatan, kebersihan dan produktifitasnya. Jika sungai kembali sehat maka kualitas, kuantitas dan kontinuitas airnya akan terjaga. Kita tak akan kelebihan tetapi juga tak kekurangan air. Koran Sungai “Memulihkan Kondisi, Fungsi dan Kemanfaatan Sungai Karang Mumus bagi lingkungan hidup yang baik dan sehat serta kesejahteraan masyarakat, binatang dan ruang hidup liar (alami” Proses pembelajaran di Sekolah Sungai Karang Mumus akan terdiri dari pembelajaran di dalam dan di luar ruang kelas. Materi pembelajaran meliputi pengetahuan, ketrampilan, praktek, aksi dan refleksi. Adapun materi pengetahuan utama yang akan dipelajari adalah : Komunitas Peduli...

Jalan Masih Panjang : Karang Mumus

Gambar
Apa yang dilakukan oleh kita dalam merestorasi sungai hingga saat ini barulah langkah kecil. Meski mendapat apresiasi dari berbagai pihak namun dampaknya untuk Sungai Karang Mumus secara langsung belumlah significant. Oleh Fitriyani Sinaga Kondisi terkini Sungai Karang Mumus 2019. Musim Kemarau Dari sisi jangkauan kegiatan, saat ini GMSS SKM yang aktif di sungai karang Mumus, baru bisa beraktivitas dari Muara Sungai Karang Mumus di Sungai Mahakam hingga Bendung Benanga. Masih ada separuh lebih aliran Sungai Karang Mumus yang belum dikenali oleh GMSS SKM. Dari sisi DAS, wilayah yang dijangkau oleh GMSS SKM adalah wilayah Kota Samarinda, sementara itu DAS Karang Mumus masuk dalam dua wilayah pemerintahan yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda. Dengan demikian jalan untuk memulihkan, menjaga dan merawat Sungai Karang Mumus sehingga bisa menghasilkan air yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan (Kualitas-Kuantitas-Kontinuitas) masihlah pa...

Pak Abdul dan Rumah Ramah Sungainya

Gambar
Satu rumah yang berada di Gunung Lingai yang lingkungannya ditumbuhi dengan pepohonan. Adalah Pak Abdul, yang dulu merupakan warga Gang Nibung, warga yang terkena program lokasi. Mendapat rumah di Talangsari, Pak Abdul merasa tak nyaman tinggal jauh dari sungai. Hingga kemudian membeli tanah di Gunung Lingai dan bermukim disana. Rumah Bapak Abdul Berbeda dari warga lainnya, Pak Abdul menanami kanan-kiri dan depan rumahnya yang berada di pinggir Sungai Karang Mumus dengan Pohon Kademba (Sapat/Kratum/Puri). Pohon ini biasa tumbuh sendiri di tumpukan lumpur pinggir sungai dan tahan terendam air. Pohon dengan batang lurus dan berkulih putih ini bisa ditemui di sepanjang Sungai Karang Mumus mulai dari sebelum jembatan S. Parman hingga Bendungan Benanga. Pertemuan dengan Pak Abdul menjadi stand point dari langkah GMSS SKM untuk memulai mengibarkan bendera restorasi sungai. Dari susur sungai pula GMSS SKM menemukan salah satu titik yang tersisa di Sungai Karang Mumus yang masih m...

Karang Mumus : DAS Terkikis di Kalimantan Timur

Gambar
"Samarinda berasal dari kata Sama Rendah, permukaan daratan Samarinda sama tinggi dengan permukaan sungainya. Ini menjadi penanda kesadaran hidrologi dan geologi bahwa Samarinda adalah Kota Basah"  Oleh Fitriyani Sinaga Luapan Air Sungai Karang Mumus 2019 Sebagai Ibukota Kalimantan Timur, Samarinda adalah kota penghubung bagi kota dan kabupaten lain di Kalimantan Timur. Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Samarinda berkembang pesat. Mengedukasi Anak -anak sekolah sungai KarangMumus Sejak lahirnya Samarinda adalah Kota yang berada di kawasan tepian air sungai. Namun dalam pengembangan dan perkembangan wilayah dan kawasan, kebijakan pembangunannya tidak mempertimbangkan DAS sebagai penuntun RTRW. Dan terbukti sepanjang perkembangan sejarah Samarinda modern, sungai kemudian menjadi salah satu masalah utama. Karang Mumus misalnya sejak 20 tahunan lalu selalu menjadi perbincangan. Di mulai dari intervensi pertama lewat program prokasih, yang berlanjut deng...

Cross Cutting untuk Keberlangsungan Ekosistem Sungai

Gambar
Sungai merupakan akses hidup masyarakat kalimantan Timur. Tetapi pada fase ini, sungau sudah bukan lagi diperhatikan dan diutamakan keberadaannya oleh pemerintah dan sebagian warga Kaltim. Ada banyak dampak yang sudah terjadi akibat rusaknya Daerah aliran sungai di Kaltim, untuk itu dalam suatu perencana perencanaan pembangunan restorasi untuk keberlangsung sungai dibutuhkan Cross Cutting . Cross Cutting mungkin jarang Kita dengar padahal aspek dal hal ini cross cutting sangat diperlukan.  Yang dimaksud dengan cross cutting adalah kegiatan atau aktivitas yang tidak secara langsung terkait dengan program namun akan mendukung atau merupakan dampak lanjut dari program. Berikut hal hal mengenai cross cutting sebagai daya dukung dalam keberlangan Sungai Pemanfaatan RTH Jln. Abdul muthalib sebagai ruang Kesehatan Pengembangan Pendapatan Alternatif  (ramah lingkungan)   Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di permukiman sepanjang tepian sungai akan menjadi perhatian...

Memilih Jalan Sunyi: Terus Restorasi Ekosistem

Gambar
Memilih September 2015 sebagai tonggak  perjalanannya Gmss-Skm  dan mengesahkan secara resmi pada tahun 2017 sebagai organisasi memulai perjalanan sunyinya. Selama hampir dua tahun ini ada banyak yang datang dan pergi. Oleh Fitriyani Sinaga Naga( UNMUL) &  Nico Lubis(POLTEK Samarinda)  Pemasangan Site Penanaman Kerjasama Gmss-Skm dan Planet Urgence Perjalanan GMSS SKM adalah jalan sunyi, sebab GMSS SKM tak memilih seminar, lokakarya atau workshop untuk membicarakan permasalahan SKM. GMSS SKM lebih memilih bekerja, berinteraksi dengan sungai dan kemudian merefleksikan temuan-temuannya. Temuan-temuan ini kemudian menjadi basis untuk membangun rencana ke depan. Ada banyak rencana bahkan impian besar. Namun mimpi besar itu akan selalu dimulai untuk diwujudkan lewat langkah kecil, yang paling memungkinkan untuk dikerjakan dengan kemampuan sendiri. Beruntung dalam segala keterbatasannya ada banyak sosok yang hadir memberi dukungan sehingga GMSS SK...

Tak Bergantung PADA melainkan Bekerja Sama dengan SIAPAPUN

Gambar
Kunjungan Kophi Kaltim Ke Sesukamu (Sekolah Sungai karangMumus) Salah satu prinsip yang dihayati oleh GMSS SKM adalah berbuat sesuai dengan kemampuan. Dengan memakai landasan ini maka selalu ada yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat sungai. Ada banyak rencana besar yang mungkin perlu ini dan itu, namun jika itu tak bisa dipenuhi maka tidak akan menghambat untuk tetap melakukan sesuatu. Harus diakui ada mimpi besar yang dipunyai oleh GMSS SKM dan tidak akan terwujud tanpa dukungan dari pihak lain. Tidak mungkin misalnya GMSS SKM bisa menanami pinggiran sungai tanpa dukungan pihak lain karena dibutuhkan sumberdaya yang besar dan bibit pohon ribuan jumlahnya. Namun sekali lagi jika sampai sekarang dukungan itu belum ada, bukan berarti GMSS SKM akan berpangku tangan dan tidak menanam. Genbi IAIAN samarinda Ke Sekolah Sungai Karang Mumus Karena sungai adalah milik bersama maka GMSS SKM terbuka untuk bekerja sama dengan siapapun dalam menjaga dan merawat sungai....

Lahirnya GMSS-SKM di Samarinda

Gambar
wadah tapi bukan untuk membesarkan organisasi. Sejak semula Misman tak pernah memaksudkan GMSS SKM menjadi sebuah organisasi. Prinsipnya adalah setiap orang mengorganisir dirinya sendiri, beraktifitas bersama GMSS SKM berdasarkan kemampuan dan sumberdaya masing-masing. Iyau Tuoang sedang merapikan papan Gmss-Skm Namun atas desakan dari sesama pewarta di PWI Kaltim, akhirnya GMSS SKM diformalkan lewat Akta Pendirian Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) dihadapan Notaris H.M Sutamsis, SH,MH,M.Kn dengan nomor akta 19, pada tanggal 27 Januari 2016. Pendirian organisasi ini dimaksudkan untuk kepentingan taktis dan strategis jika ke depan GMSS SKM harus bekerjasama secara formal dengan lembaga manapun yang menuntutan adanya pertanggungjawaban hukum. Namun dalam kegiatan sehari-hari GMSS SKM, Misman selaku Ketua umum tetap kukuh dalam pendiriannya. Bahwa organisasi tidaklah yang utama, yang utama adalah kerja, kerja dan ke...

Kegilaan Misman: "Menggarami lautan, Mengecat Langit”

Gambar
Misman sedang di Blok 3 plot penanaman Sempadan sungai Namanya singkat saja, Misman (56 thn) . Namun kecintaan pada SKM tak sependek namanya. Bapak dua anak ini sesungguhnya telah menunjukkan keprihatinan yang dalam terhadap SKM sejak puluhan tahun silam. seorang anak kecil meratapi Sungai karangmumus di jln Musho Salim Sungai adalah segalanya, begitu yang bisa ditangkap dari kegiatannya sehari-hari di SKM. Pria yang masih tercatat sebagai ASN ini tak lagi berseragam, meninggalkan aktivitas berkesenian walau dirinya adalah salah satu dari sedikit ahli Sangkilan (Sandiwara Tingkilan) dan tak lagi mengurusi tabloid pendidikan Warta Harmoni yang selama ini digawanginya. Maka Misman bisa dikatakan kini menjadi ‘Petugas Negara’ yang menjaga dan merawat SKM. Dan lantaran itu pula kemudian dia dianggap "gila’ karena memunguti sampah di SKM, sesuatu yang merupakan hal tak biasa. Lazimnya, para pembersih sampah di SKM adalah dengan cara melarutkannya. Ada banyak kata ...

Wajah Karang Mumus yang Berubah

Gambar
Sungai Karang Mumus (SKM) adalah sungai utama di Kota Samarinda yang masih memberikan layanan ekosistem bagi warga yang memanfaatkannya sebagai sumber air bersih, tempat mencari ikan dan jalur transportasi air. Nelayan Karangmumus Namun selama puluhan tahun terakhir ini SKM terus mengalami tekanan hebat sehingga airnya bukan hanya keruh kecoklatan melainkan kerap berwarna hitam dan berbau. Akibatnya berbagai jenis ikan perlahan menghilang dan ikan yang mulai dominan adalah ikan Cicak atau Ikan Sapu Sapu. Anak Sungai Mahakam ini memiliki panjang 34,7 kilometer yang  bermula dari Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. DAS SKM adalah sub-sub DAS Sungai Mahakam Ilir yang secara topografis daerah alirannya berbukit-bukit dan sebagian datar, serta terdapat rawa-rawa pasang surut dan anak sungai diantaranya adalah Sungai Lubang Putang, Sungai Siring,Sungai Lantung, Sungai Muang, Sungai Selindung, Sungai Bayur, Sungai Lingai dan Sungai Bengkuring. ...

Informasi data berita tentang fakta,edukasi dan analisis tentang kehutanan, pertanian, pendidikan budaya sosial dan lingkungan hidup. Ragam berita konservasi dan sains lingkungan. @ Seorang pembelajar yang menyenangi membaca dan menulis Jurnal ilmiah. Acap kali juga ngopi dengan penjaga toilet, satpam dan tukang parkir di pinggiran jalan . Kadang mendaki gunung dan memancing ikan dilaut. Masa kecilku Sering nongkrong di sawah bersama petani dan mengembala kerbau di Ladang. @nagadragn